Rancangan Judul Penelitian Mahasiswa dan Dosen Mata Kuliah Sosiologi Antropologi Pendidikan — IAITF Dumai Ganjil 2026

 


Rancangan Judul Penelitian Mahasiswa dan Dosen

Mata Kuliah Sosiologi Antropologi Pendidikan — IAITF Dumai

Berdasarkan 14 bab materi buku ajar Sosiologi Antropologi Pendidikan, berikut rancangan judul penelitian yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah untuk diajukan ke jurnal nasional terakreditasi SINTA 2, SINTA 3, SINTA 4, atau SINTA 5.

Rancangan ini disusun dengan mempertimbangkan konteks pendidikan Islam, madrasah, sekolah, pesantren, masyarakat Melayu Riau, serta dinamika sosial dan budaya pendidikan kontemporer.

Setiap bab memiliki tiga alternatif judul penelitian yang disertai masalah penelitian, rumusan masalah, dan arahan metode. Pembagian antara penelitian mahasiswa dan dosen dibuat sebagai rekomendasi berdasarkan tingkat kompleksitas penelitian, bukan sebagai ketentuan mutlak.

  • Penelitian mahasiswa: relatif terfokus, dapat dilakukan dalam satu sekolah, madrasah, pesantren, atau komunitas, dan sesuai untuk tugas artikel UAS maupun penelitian skripsi.

  • Penelitian dosen: memiliki ruang lingkup analisis lebih luas, menguji hubungan antarkonsep atau mengembangkan model, serta berpotensi memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang lebih kuat.

  • Target jurnal: SINTA 4–5 dapat menjadi sasaran awal bagi penelitian yang terfokus dan kuat secara metodologis; SINTA 2–3 dapat dipertimbangkan untuk penelitian dengan kebaruan, analisis, dan kontribusi yang lebih kuat. Target akhirnya tetap bergantung pada mutu naskah, kesesuaian fokus jurnal, dan status akreditasi jurnal saat pengajuan.

Catatan: judul-judul berikut merupakan usulan penelitian, bukan judul artikel yang sudah diterbitkan. Pencantuman target SINTA merupakan arahan strategis, bukan jaminan penerimaan atau akreditasi.

Bab 1. Pengantar Sosiologi dan Antropologi Pendidikan

Fokus penelitian: hubungan pendidikan dengan masyarakat, ruang lingkup kajian sosial pendidikan, dan relevansinya bagi calon pendidik.

3 alternatif judul penelitian

Mhs.

1. Pemahaman Mahasiswa Calon Guru terhadap Konsep Sosiologi dan Antropologi Pendidikan serta Relevansinya bagi Praktik Pembelajaran

Masalah penelitian: Mahasiswa calon guru dapat memahami teori pendidikan secara konseptual, tetapi belum tentu mampu menghubungkannya dengan persoalan sosial dan budaya di sekolah.

Rumusan masalah: Bagaimana tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep sosiologi dan antropologi pendidikan? Bagaimana mereka menerapkan konsep tersebut dalam menganalisis masalah pembelajaran?

Metode: Survei deskriptif dan wawancara. Target awal: SINTA 4–5.

Mhs.

2. Persepsi Mahasiswa Pendidikan Islam terhadap Pengaruh Lingkungan Sosial dan Budaya dalam Proses Pembelajaran

Masalah penelitian: Lingkungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat memiliki karakteristik berbeda yang mungkin memengaruhi pengalaman belajar mahasiswa.

Rumusan masalah: Bagaimana mahasiswa memaknai pengaruh lingkungan sosial dan budaya terhadap proses belajar? Faktor lingkungan apa yang dianggap paling berpengaruh?

Metode: Kualitatif deskriptif atau survei. Target awal: SINTA 4–5.

Dosen

3. Reorientasi Pendidikan Islam Berbasis Sosiologi dan Antropologi: Pengembangan Kerangka Analisis Kontekstual pada Madrasah di Riau

Masalah penelitian: Praktik pendidikan Islam memerlukan kerangka analisis yang mampu menghubungkan tujuan pembelajaran, struktur sosial masyarakat, dan keragaman budaya lokal.

Rumusan masalah: Bagaimana kondisi sosial-budaya memengaruhi praktik pendidikan Islam? Bagaimana kerangka analisis kontekstual dapat dikembangkan dan divalidasi?

Metode: Studi multisitus, wawancara mendalam, dan pengembangan kerangka konseptual. Target potensial: SINTA 2–3 apabila kebaruan dan validasinya kuat.

Bab 2. Konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi dalam Pendidikan

Fokus penelitian: hubungan timbal balik pendidikan dan masyarakat serta penerapan perspektif lintas budaya.

1. Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga dan Lingkungan Sebaya terhadap Keterlibatan Belajar Siswa Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Dukungan keluarga dan teman sebaya tidak selalu sama pada setiap siswa, sedangkan kaitannya dengan keterlibatan belajar perlu dibuktikan secara empiris.

Pertanyaan: Bagaimana bentuk dukungan sosial siswa? Bagaimana hubungan dukungan keluarga dan teman sebaya dengan keterlibatan belajar?

Metode: Survei kuantitatif korelasional.

2. Perbedaan Latar Belakang Sosial-Budaya dan Strategi Adaptasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Islam

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Perbedaan bahasa sehari-hari, kebiasaan keluarga, dan pengalaman pendidikan dapat membentuk strategi adaptasi belajar yang beragam.

Pertanyaan: Bagaimana mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan akademik yang beragam? Faktor sosial-budaya apa yang mendukung atau menghambat adaptasi?

Metode: Studi kasus kualitatif atau wawancara mendalam.

3. Relasi Sekolah, Keluarga, dan Komunitas dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Islam yang Responsif terhadap Keragaman Sosial-Budaya

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Hubungan sekolah, keluarga, dan komunitas sering berjalan secara terpisah sehingga potensi sosial-budaya masyarakat belum tentu dimanfaatkan dalam pendidikan.

Pertanyaan: Bagaimana pola relasi antarlembaga tersebut? Model kolaborasi apa yang sesuai untuk konteks masyarakat majemuk?

Metode: Studi multisitus dan analisis tematik.

Bab 3. Paradigma Sosiologi dalam Pendidikan

Fokus penelitian: fakta sosial, identitas sosial, struktur sosial, norma, dan stratifikasi pendidikan.

1. Internalisasi Norma dan Tata Tertib Sekolah dalam Pembentukan Perilaku Disiplin Siswa Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Kepatuhan siswa terhadap aturan belum tentu mencerminkan internalisasi nilai; kepatuhan dapat muncul karena pengawasan atau kesadaran pribadi.

Pertanyaan: Bagaimana norma sekolah diinternalisasi? Faktor apa yang membentuk perilaku disiplin siswa?

Metode: Observasi, wawancara, dan analisis dokumen tata tertib.

2. Pembentukan Identitas Sosial Siswa melalui Organisasi Kesiswaan dan Kelompok Sebaya di Sekolah Islam

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Keanggotaan organisasi dan kelompok sebaya dapat membentuk rasa memiliki, identitas kelompok, dan batas sosial antarsiswa.

Pertanyaan: Bagaimana identitas sosial terbentuk melalui interaksi kelompok? Bagaimana pengaruhnya terhadap solidaritas dan relasi antarsiswa?

Metode: Studi kasus dengan observasi dan wawancara.

3. Stratifikasi Sosial dan Kesetaraan Kesempatan Pendidikan: Analisis Perbedaan Akses dan Partisipasi Siswa pada Lembaga Pendidikan Islam

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Perbedaan kondisi ekonomi, lokasi tempat tinggal, dan modal budaya keluarga berpotensi menciptakan perbedaan akses serta partisipasi pendidikan.

Pertanyaan: Bagaimana stratifikasi sosial berkaitan dengan akses dan partisipasi pendidikan? Mekanisme apa yang dapat mengurangi kesenjangan tersebut?

Metode: Survei komparatif, data administrasi sekolah, dan wawancara.

Bab 4. Teori-Teori dalam Kajian Sosiologi dan Antropologi

Fokus penelitian: penerapan teori struktural fungsional, konflik, interaksionisme simbolik, dan pertukaran sosial.

1. Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembentukan Makna Belajar: Kajian Interaksionisme Simbolik di Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Umpan balik, panggilan, teguran, dan label yang diberikan guru dapat dimaknai berbeda oleh siswa serta memengaruhi pengalaman belajar mereka.

Pertanyaan: Bagaimana siswa memaknai interaksi dengan guru? Bagaimana makna tersebut berkaitan dengan partisipasi dan kepercayaan diri?

Metode: Observasi kelas dan wawancara.

2. Persepsi Keadilan dalam Pembagian Tugas Kelompok dan Hubungannya dengan Partisipasi Mahasiswa: Perspektif Pertukaran Sosial

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Ketidakseimbangan kontribusi, penghargaan, dan beban kerja dapat memunculkan persepsi ketidakadilan dalam pembelajaran kolaboratif.

Pertanyaan: Bagaimana mahasiswa menilai keadilan pertukaran dalam kelompok? Bagaimana penilaian tersebut berhubungan dengan kontribusi mereka?

Metode: Studi kasus atau survei dengan wawancara pendukung.

3. Integrasi Perspektif Fungsionalisme dan Teori Konflik dalam Menjelaskan Reproduksi Ketimpangan Pendidikan pada Madrasah

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Sekolah menjalankan fungsi sosialisasi dan integrasi sosial, tetapi pada saat yang sama dapat mempertahankan ketimpangan akibat perbedaan sumber daya dan posisi sosial.

Pertanyaan: Bagaimana fungsi integratif sekolah berinteraksi dengan struktur ketimpangan? Bagaimana kedua perspektif teori menjelaskan praktik pendidikan yang diamati?

Metode: Studi kasus komparatif dengan analisis teori.

Bab 5. Pendidikan dalam Perspektif Antropologi

Fokus penelitian: pendidikan sebagai proses kebudayaan, pewarisan nilai, pembentukan karakter, dan etnografi pendidikan.

1. Praktik Budaya Lokal dalam Pembentukan Karakter Sopan Santun Peserta Didik di Lingkungan Masyarakat Melayu Dumai

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Nilai kesantunan dalam keluarga dan masyarakat belum tentu diterjemahkan dengan cara yang sama dalam kehidupan sekolah.

Pertanyaan: Nilai budaya apa yang diwariskan kepada siswa? Bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam interaksi di sekolah?

Metode: Etnografi mini, observasi, dan wawancara dengan guru, orang tua, dan siswa.

2. Pewarisan Tradisi Keagamaan melalui Kegiatan Pembelajaran dan Pembiasaan di Pesantren

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Tradisi keagamaan dapat diwariskan melalui pembelajaran formal, keteladanan, rutinitas, dan interaksi antargenerasi dengan mekanisme yang berbeda.

Pertanyaan: Tradisi apa yang diwariskan? Bagaimana santri memaknai dan mempertahankan tradisi tersebut?

Metode: Studi kasus kualitatif.

3. Negosiasi antara Budaya Lokal dan Kurikulum Formal dalam Praktik Pendidikan Islam: Studi Etnografi pada Madrasah di Wilayah Pesisir Riau

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Kurikulum formal dan pengalaman budaya lokal dapat memiliki prioritas, bahasa, serta cara penyampaian nilai yang berbeda.

Pertanyaan: Bagaimana guru dan siswa menegosiasikan kedua sumber nilai tersebut? Bagaimana negosiasi itu memengaruhi praktik pembelajaran?

Metode: Etnografi pendidikan dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam.

Bab 6. Perspektif Islam terhadap Sosiologi dan Antropologi Pendidikan

Fokus penelitian: ukhuwah, ta'awun, musawah, kemajemukan, nilai Al-Qur'an dan hadis, serta integrasi nilai Islam dalam kehidupan sosial pendidikan.

1. Implementasi Nilai Ta'awun dan Ukhuwah dalam Pembentukan Solidaritas Sosial Siswa di Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Nilai tolong-menolong dan persaudaraan diajarkan dalam pendidikan Islam, tetapi penerapannya dalam interaksi sehari-hari perlu diteliti.

Pertanyaan: Bagaimana nilai ta'awun dan ukhuwah dipraktikkan? Apa faktor yang mendukung dan menghambat solidaritas siswa?

Metode: Observasi, wawancara, dan analisis dokumen kegiatan keagamaan.

2. Pemahaman QS. Al-Hujurat Ayat 13 dan Hubungannya dengan Sikap Menghargai Perbedaan di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Islam

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Pemahaman terhadap ajaran tentang kemajemukan belum tentu sejalan dengan sikap mahasiswa dalam menghadapi perbedaan sosial dan budaya.

Pertanyaan: Bagaimana mahasiswa memahami ayat tersebut? Bagaimana pemahaman itu berkaitan dengan sikap menghargai perbedaan?

Metode: Survei dan wawancara; hubungan statistik tidak boleh ditafsirkan sebagai sebab-akibat tanpa desain yang mendukung.

3. Model Integrasi Nilai Al-Qur'an, Hadis, dan Teori Sosiologi Pendidikan dalam Penguatan Solidaritas dan Kesetaraan di Madrasah

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Integrasi nilai Islam dan teori sosial dalam praktik pendidikan sering berhenti pada tataran normatif, sehingga diperlukan model yang dapat diterapkan dan dievaluasi.

Pertanyaan: Bagaimana nilai Islam dapat dipetakan dengan konsep sosiologi pendidikan? Bagaimana model integrasi dikembangkan, divalidasi, dan dievaluasi?

Metode: Penelitian pengembangan atau design-based research, dengan validasi ahli dan uji terbatas.

Bab 7. Proses Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

Fokus penelitian: agen sosialisasi, keluarga, sekolah, media digital, pembentukan kepribadian sosial, dan ketimpangan pendidikan.

1. Peran Keluarga dan Guru sebagai Agen Sosialisasi dalam Pembentukan Tanggung Jawab Sosial Siswa Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Keluarga dan sekolah dapat menyampaikan nilai yang berbeda sehingga proses pembentukan tanggung jawab sosial siswa menjadi beragam.

Pertanyaan: Bagaimana keluarga dan guru menanamkan tanggung jawab sosial? Bagaimana siswa merespons perbedaan pola sosialisasi?

Metode: Kualitatif deskriptif dengan wawancara dan observasi.

2. Penggunaan Media Sosial dan Pola Interaksi Teman Sebaya dalam Pembentukan Identitas Sosial Mahasiswa

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Media sosial memperluas interaksi mahasiswa, tetapi juga dapat memengaruhi pembentukan identitas, penerimaan kelompok, dan cara mereka berkomunikasi.

Pertanyaan: Bagaimana mahasiswa menggunakan media sosial untuk membentuk identitas kelompok? Bagaimana interaksi digital berkaitan dengan hubungan sosial luring?

Metode: Wawancara mendalam atau survei.

3. Ketimpangan Modal Sosial dan Digital dalam Proses Sosialisasi Pendidikan: Studi Komparatif pada Siswa dari Latar Belakang Ekonomi Berbeda

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Perbedaan jaringan sosial keluarga dan akses teknologi dapat memengaruhi kesempatan siswa memperoleh dukungan, informasi, dan partisipasi pendidikan.

Pertanyaan: Bagaimana modal sosial dan akses digital berbeda antarkelompok siswa? Bagaimana perbedaan tersebut berkaitan dengan partisipasi pendidikan?

Metode: Metode campuran dengan survei, wawancara, dan perbandingan antarkelompok.

Bab 8. Identitas Sosial, Tradisi, dan Budaya Religius dalam Pendidikan

Fokus penelitian: identitas budaya lokal, tradisi masyarakat, budaya religius sekolah, dan integrasi nilai budaya serta agama.

1. Tradisi Lokal Melayu sebagai Sumber Pembelajaran Karakter pada Peserta Didik di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Potensi tradisi lokal sebagai sumber pendidikan karakter belum tentu dimanfaatkan secara sistematis dalam pembelajaran.

Pertanyaan: Tradisi lokal apa yang relevan dengan pembentukan karakter? Bagaimana guru mengintegrasikannya dalam pembelajaran?

Metode: Studi kasus, wawancara guru, dan analisis perangkat ajar.

2. Budaya Religius Sekolah dan Pembentukan Identitas Keislaman Siswa: Studi tentang Pembiasaan Ibadah dan Interaksi Sosial di Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Kegiatan religius yang rutin dilaksanakan belum tentu dimaknai secara sama oleh siswa atau tercermin dalam perilaku sosial mereka.

Pertanyaan: Bagaimana siswa memaknai kegiatan religius? Bagaimana budaya sekolah berkaitan dengan identitas keislaman dan perilaku sosial mereka?

Metode: Observasi, wawancara, dan analisis dokumen sekolah.

3. Hibridisasi Budaya Lokal dan Budaya Religius dalam Pendidikan Islam: Perbandingan Praktik Identitas Sosial pada Madrasah di Riau

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Identitas budaya lokal dan ekspresi keberagamaan dapat saling memperkuat, menyesuaikan diri, atau mengalami ketegangan dalam praktik pendidikan.

Pertanyaan: Bagaimana identitas lokal dan religius dinegosiasikan? Apa persamaan dan perbedaan proses tersebut antarmadrasah?

Metode: Studi komparatif multisitus dan analisis antropologis.

Bab 9. Agama dalam Perspektif Sosiologi dan Antropologi

Fokus penelitian: agama sebagai sistem nilai dan norma, fungsi sosial agama, perubahan sosial, dan tantangan pendidikan Islam dalam masyarakat majemuk.

1. Peran Kegiatan Keagamaan Sekolah dalam Memperkuat Kepedulian Sosial dan Perilaku Prososial Siswa

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Kegiatan keagamaan dapat berfungsi sebagai sarana pembelajaran moral, tetapi penerapannya dalam perilaku sosial siswa perlu dikaji.

Pertanyaan: Bagaimana kegiatan keagamaan dilaksanakan? Bagaimana siswa memaknai kaitannya dengan kepedulian dan perilaku membantu sesama?

Metode: Studi kasus kualitatif.

2. Negosiasi Nilai Keagamaan dan Tuntutan Pergaulan Modern pada Mahasiswa Pendidikan Islam

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Mahasiswa berhadapan dengan beragam norma keagamaan, tuntutan akademik, dan pola pergaulan modern yang dapat menimbulkan proses penyesuaian nilai.

Pertanyaan: Bagaimana mahasiswa menegosiasikan nilai keagamaan dalam pergaulan? Strategi apa yang mereka gunakan ketika menghadapi perbedaan norma?

Metode: Wawancara mendalam dan analisis tematik.

3. Transformasi Fungsi Sosial Lembaga Pendidikan Islam dalam Masyarakat Majemuk: Studi tentang Otoritas Keagamaan, Solidaritas, dan Perubahan Sosial

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Perubahan sosial dan akses informasi dapat mengubah hubungan lembaga pendidikan Islam dengan keluarga, komunitas, dan otoritas keagamaan setempat.

Pertanyaan: Bagaimana fungsi sosial lembaga pendidikan Islam mengalami perubahan? Bagaimana lembaga merespons keragaman dan dinamika sosial?

Metode: Studi kasus multisitus dengan pendekatan sosiologi agama.

Bab 10. Pendidikan Multikultural dan Moderasi Beragama

Fokus penelitian: toleransi, pendidikan inklusif, interaksi antarbudaya, dan praktik moderasi beragama.

1. Praktik Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah atau Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Materi tentang toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan belum tentu diterapkan secara konsisten dalam kegiatan belajar dan interaksi siswa.

Pertanyaan: Bagaimana guru mengintegrasikan pendidikan multikultural? Bagaimana siswa merespons pembelajaran tentang keberagaman?

Metode: Observasi kelas, wawancara, dan analisis modul ajar.

2. Persepsi Mahasiswa Pendidikan Islam terhadap Moderasi Beragama dan Pengalaman Interaksi dengan Kelompok Berbeda

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Persepsi mahasiswa tentang moderasi beragama dapat berbeda menurut pengalaman sosial, pendidikan, dan interaksi mereka dengan kelompok yang berbeda.

Pertanyaan: Bagaimana mahasiswa memahami moderasi beragama? Bagaimana pengalaman interaksi sosial berkaitan dengan persepsi tersebut?

Metode: Survei dan wawancara pendukung.

3. Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Dialog Antarbudaya untuk Memperkuat Toleransi dan Moderasi Beragama

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Pembelajaran keberagaman memerlukan strategi yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman dialog dan refleksi sosial.

Pertanyaan: Bagaimana model dialog antarbudaya dirancang? Bagaimana kelayakan, keterlaksanaan, dan dampaknya terhadap sikap toleransi dievaluasi?

Metode: Penelitian pengembangan, validasi ahli, dan uji implementasi dengan desain evaluasi yang sesuai.

Bab 11. Perubahan Sosial dan Dinamika Pendidikan

Fokus penelitian: modernisasi, globalisasi, perubahan pola interaksi, digitalisasi pendidikan, dan adaptasi lembaga pendidikan Islam.

1. Adaptasi Guru terhadap Perubahan Sosial dan Teknologi Digital dalam Pembelajaran di Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Perubahan teknologi dan kebutuhan belajar siswa menuntut penyesuaian strategi pembelajaran, tetapi tingkat kesiapan guru dapat berbeda.

Pertanyaan: Bagaimana guru beradaptasi terhadap perubahan tersebut? Apa faktor pendukung dan penghambatnya?

Metode: Wawancara, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran.

2. Perubahan Pola Komunikasi Guru dan Siswa setelah Pemanfaatan Platform Digital dalam Pembelajaran

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Komunikasi melalui platform digital mengubah cara penyampaian informasi, pemberian umpan balik, dan batas interaksi di luar kelas.

Pertanyaan: Perubahan pola komunikasi apa yang dialami guru dan siswa? Bagaimana mereka menilai manfaat dan kendala komunikasi digital?

Metode: Studi kasus atau metode campuran.

3. Transformasi Sosial dan Resiliensi Kelembagaan Pendidikan Islam di Wilayah Perkotaan dan Pesisir: Studi Komparatif di Riau

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Perubahan mata pencaharian, mobilitas penduduk, teknologi, dan ekspektasi keluarga dapat menimbulkan kebutuhan adaptasi yang berbeda pada lembaga pendidikan.

Pertanyaan: Bagaimana perubahan sosial memengaruhi kebijakan dan praktik pendidikan? Faktor apa yang membuat lembaga mampu beradaptasi?

Metode: Studi komparatif multisitus dengan wawancara dan analisis dokumen.

Bab 12. Budaya Sekolah dan Kualitas Pendidikan

Fokus penelitian: norma dan iklim sekolah, kepemimpinan, kolaborasi guru, budaya organisasi, serta kualitas pendidikan.

1. Budaya Sekolah dan Perilaku Disiplin Siswa pada Madrasah Aliyah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Aturan tertulis tidak selalu menggambarkan budaya sekolah yang sesungguhnya; keteladanan dan kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam membentuk disiplin.

Pertanyaan: Bagaimana budaya sekolah diwujudkan dalam rutinitas? Bagaimana siswa memaknai pengaruh budaya tersebut terhadap disiplin?

Metode: Studi kasus dengan observasi dan wawancara.

2. Hubungan Iklim Sekolah dan Kolaborasi Guru dalam Mendukung Mutu Proses Pembelajaran

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Dukungan kepala sekolah, rasa aman, dan hubungan profesional dapat berbeda antarunit pendidikan dan berkaitan dengan kolaborasi guru.

Pertanyaan: Bagaimana kondisi iklim sekolah dan kolaborasi guru? Apakah terdapat hubungan antara keduanya?

Metode: Survei korelasional dengan instrumen yang valid dan reliabel.

3. Kepemimpinan Partisipatif dan Pembentukan Budaya Kolaboratif sebagai Mekanisme Peningkatan Mutu Madrasah

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Pelibatan guru dalam pengambilan keputusan berpotensi memperkuat kolaborasi, tetapi mekanisme yang menghubungkan kepemimpinan dan perbaikan mutu perlu dijelaskan.

Pertanyaan: Bagaimana kepemimpinan partisipatif membentuk budaya kolaboratif? Mekanisme apa yang mendukung perbaikan mutu pembelajaran?

Metode: Studi multisitus atau metode campuran.

Bab 13. Integrasi Sosiologi dan Antropologi dalam Kurikulum Pendidikan Islam

Fokus penelitian: kurikulum PAI, konteks sosial-budaya, pembelajaran kontekstual, dan penguatan karakter.

1. Integrasi Nilai Sosial-Budaya Lokal dalam Perangkat Ajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah atau Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Nilai sosial-budaya lokal dapat menjadi sumber belajar, tetapi relevansi dan bentuk integrasinya dalam perangkat ajar perlu dikaji.

Pertanyaan: Nilai apa yang terdapat dalam perangkat ajar? Bagaimana nilai lokal diintegrasikan ke tujuan, materi, dan asesmen?

Metode: Analisis dokumen dan wawancara guru.

2. Pembelajaran PAI Berbasis Konteks Sosial Siswa dan Hubungannya dengan Partisipasi Belajar di Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Materi yang dekat dengan kehidupan sosial siswa berpotensi meningkatkan relevansi belajar, tetapi keterkaitannya dengan partisipasi perlu diuji.

Pertanyaan: Bagaimana konteks sosial digunakan dalam pembelajaran? Bagaimana penerapannya berkaitan dengan partisipasi siswa?

Metode: Studi kasus atau penelitian tindakan kelas, dengan indikator yang ditetapkan sejak awal.

3. Model Kurikulum PAI Integratif Berbasis Sosiologi dan Antropologi untuk Penguatan Karakter dalam Konteks Masyarakat Multikultural

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Kurikulum PAI membutuhkan rancangan yang menghubungkan tujuan keislaman, realitas sosial, keragaman budaya, dan evaluasi karakter secara sistematis.

Pertanyaan: Apa prinsip desain kurikulum integratif yang relevan? Bagaimana validitas, keterlaksanaan, dan hasil awal model tersebut?

Metode: Penelitian pengembangan dengan analisis kebutuhan, validasi ahli, dan uji lapangan.

Bab 14. Studi Kasus dan Analisis Fenomena Sosial Pendidikan

Fokus penelitian: fenomena sosial aktual, guru sebagai agen perubahan, kebijakan pendidikan, dan praktik etnografi.

1. Strategi Guru dalam Menangani Perundungan dan Pengucilan Sosial di Lingkungan Sekolah: Studi Kasus pada Madrasah

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Perundungan dan pengucilan sosial dapat berlangsung secara langsung maupun melalui kelompok digital, sedangkan strategi penanganan sekolah dapat berbeda.

Pertanyaan: Bagaimana guru mengidentifikasi dan menangani perundungan? Apa hambatan yang dihadapi dalam membangun lingkungan aman?

Metode: Studi kasus melalui wawancara dan analisis prosedur penanganan, dengan perlindungan ketat terhadap identitas peserta didik.

2. Guru sebagai Agen Perubahan Sosial dalam Membangun Kesadaran Lingkungan dan Tanggung Jawab Komunitas pada Peserta Didik

Kategori: Mahasiswa | Target awal: SINTA 4–5

Masalah: Program pendidikan lingkungan dapat berhenti pada pengetahuan dan slogan jika tidak terhubung dengan praktik sosial dan partisipasi komunitas.

Pertanyaan: Bagaimana guru menggerakkan siswa dan masyarakat? Faktor apa yang mendukung keberlanjutan kegiatan?

Metode: Studi kasus atau penelitian tindakan kolaboratif.

3. Etnografi Implementasi Kebijakan Pendidikan Islam: Negosiasi antara Regulasi Formal, Budaya Organisasi, dan Praktik Guru di Madrasah

Kategori: Dosen | Target potensial: SINTA 2–3

Masalah: Kebijakan pendidikan tidak selalu diterapkan secara seragam karena aktor sekolah menafsirkan regulasi berdasarkan sumber daya, budaya organisasi, dan kondisi lokal.

Pertanyaan: Bagaimana guru dan pimpinan menafsirkan kebijakan? Bagaimana budaya organisasi memengaruhi penerapannya?

Metode: Etnografi kebijakan dengan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen.

Rekomendasi pengembangan penelitian untuk UTS dan UAS

Agar rancangan penelitian ini terhubung langsung dengan tugas perkuliahan, berikut pembagian penggunaannya.

Kegiatan

Produk akademik

Rekomendasi penggunaan judul

Pertemuan 8 — UTS

Buku chapter kolaboratif

Setiap kelompok memilih satu tema dari Bab 1–7 atau Bab 8–14, lalu mengembangkan kajian teori dan analisis fenomena sosial pendidikan.

Pertemuan 16 — UAS

Artikel jurnal individual

Setiap mahasiswa memilih satu judul, menentukan lokasi penelitian, mengumpulkan data, dan menulis artikel sesuai pedoman jurnal tujuan.

Penelitian dosen

Artikel penelitian mandiri atau kolaborasi dosen–mahasiswa

Memperluas cakupan lokasi, memperkuat kebaruan teori, menggunakan metode yang sesuai, serta mengembangkan implikasi bagi kebijakan atau praktik pendidikan.

Lima judul prioritas yang paling potensial dikembangkan

Dari keseluruhan rancangan, lima tema berikut layak dipertimbangkan sebagai prioritas karena memiliki objek yang relatif jelas, relevan dengan pendidikan Islam, dan dapat menghasilkan temuan empiris.

Profil MIS Al Khoiriyyah IV Karangpawitan: Madrasah Swasta Terakreditasi A di Garut - Pikiran Rakyat Garut

1. Implementasi Nilai Ta'awun dan Ukhuwah dalam Pembentukan Solidaritas Sosial Siswa di Madrasah

Penelitian mahasiswa · Kualitatif

Keunggulan: sesuai dengan karakter pendidikan Islam dan mudah dikembangkan menjadi penelitian lapangan berbasis observasi serta wawancara.

Sejarah Melayu Riau, Kebudayaan Melayu Merujuk Ajaran Islam

2. Praktik Budaya Lokal dalam Pembentukan Karakter Sopan Santun Peserta Didik di Lingkungan Masyarakat Melayu Dumai

Penelitian mahasiswa · Etnografi

Keunggulan: memiliki kekhasan lokal dan dapat memberikan kontribusi pada kajian antropologi pendidikan berbasis budaya Melayu.

Digital Madrasah

3. Adaptasi Guru terhadap Perubahan Sosial dan Teknologi Digital dalam Pembelajaran di Madrasah

Penelitian mahasiswa · Studi kasus

Keunggulan: menghubungkan teori perubahan sosial dengan tantangan praktik pembelajaran kontemporer.

Madrasah Muallimin Muallimat Tambakberas - Berakhlaq - Berilmu - Berkiprah

4. Kepemimpinan Partisipatif dan Pembentukan Budaya Kolaboratif sebagai Mekanisme Peningkatan Mutu Madrasah

Penelitian dosen · Studi multisitus

Keunggulan: menghubungkan sosiologi organisasi dengan pengelolaan pendidikan dan dapat menghasilkan rekomendasi praktis bagi pimpinan madrasah.

Siswa Kelas VIII MTsN 6 Bantul Antusias Ikuti Sesi Diskusi dalam Penguatan Moderasi Beragama | Kemenag Bantul

5. Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Dialog Antarbudaya untuk Memperkuat Toleransi dan Moderasi Beragama

Penelitian dosen · Penelitian pengembangan

Keunggulan: menawarkan produk atau model pembelajaran yang dapat divalidasi dan diuji, sehingga berpotensi menghasilkan kontribusi yang lebih kuat jika metodologi dan kebaruannya memadai.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirim artikel ke jurnal SINTA

  1. Pastikan masalah penelitian berdasarkan kondisi nyata. Lakukan observasi awal, wawancara penjajakan, atau telaah data agar masalah tidak hanya berupa asumsi.

  2. Perjelas kebaruan penelitian. Telusuri artikel terdahulu untuk mengetahui aspek yang sudah diteliti dan celah yang masih terbuka.

  3. Sesuaikan metode dengan pertanyaan penelitian. Jangan menggunakan istilah pengaruh jika desain hanya mendeskripsikan pengalaman, dan jangan menyatakan sebab-akibat hanya berdasarkan korelasi.

  4. Pilih jurnal berdasarkan kesesuaian bidang. Periksa fokus dan cakupan jurnal, pedoman penulis, artikel yang telah diterbitkan, serta status akreditasi SINTA yang berlaku ketika naskah akan diajukan.

  5. Jaga etika penelitian. Penelitian yang melibatkan siswa di bawah umur perlu memperhatikan persetujuan pihak yang berwenang, persetujuan orang tua atau wali sesuai kebutuhan, kerahasiaan identitas, dan perlindungan peserta penelitian.

Untuk verifikasi jurnal, gunakan portal resmi SINTA Kemdiktisaintek 

dan periksa laman jurnal yang dituju. Daftar judul di atas belum dipasangkan dengan jurnal tertentu karena kecocokan dan status akreditasi perlu diverifikasi berdasarkan bidang, jenis artikel, dan periode akreditasi.

Saran akhir: untuk mahasiswa, prioritaskan penelitian yang terfokus dan dapat diselesaikan dengan akses data yang tersedia. Untuk dosen, prioritaskan penelitian yang mempunyai kebaruan konseptual, cakupan data memadai, atau model yang diuji secara sistematis. Keduanya dapat berangkat dari materi buku ajar yang sama, tetapi kedalaman analisis dan kontribusi ilmiahnya perlu dibedakan.

0 Response to "Rancangan Judul Penelitian Mahasiswa dan Dosen Mata Kuliah Sosiologi Antropologi Pendidikan — IAITF Dumai Ganjil 2026"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel